KARENA YANG HALAL ADALAH PESONA

KARENA YANG HALAL ADALAH PESONA

with No Comments

PARIWISATA HALAL! Ya. Pariwisata halal atau halal tourism! Apa itu? Adalah bagian dari industri pariwisata nasional dan seluruh dunia, dikhususkan bagi wisatawan muslim yang mengacu pada nilai-nilai, budaya dan aturan yang ada dalam agama Islam. Hal-ihwal yang terkait dengan pariwisata halal ini misalnya, pada destinasi, tersedia musola atau tersedia tempat salat, di kamar-kamar hotel tertera jelas arah kiblat, hotel-hotel tidak menyediakan atau menjual minuman alkohol, kolam renang dan fasilitas spa terpisah antara pria dan wanita, penyedia jasa transportasi juga diharapkan memberikan kemudahan bagi wisatawan muslim untuk beribadah, tersedia tempat salat di sejumlah tempat terkait. Dan seterusnya!

Mungkin ada yang berpendapat, “ah, gitu aja kok repot atau terlalu ribet.” Tentu bukan demikian. Secara umum, pariwisata adalah industri jasa, industri pelayanan. Pariwisata juga mengedepankan kenyamanan dan kepuasan yang harus selalu dapat melampaui harapan (beyond of expectation) setiap wisatawan. Jadi tentunya tidak ribet dan dan sama sekali tidak merepotkan. Ketersediaan infrastruktur pariwisata halal semacam itu sebenarnya sama saja dengan pengelolaan pariwisata selama ini yang telah menyediakan fasilitas klinik kesehatan, business room, tempat fotokopi, kantor tour and travel, ruang baca dan perpustakaan di hotel-hotel, ruang merokok dan seterusnya.

Dengan demikian aspek pariwisata halal ini merupakan sebuah kebutuhan sekaligus tuntutan masa kini dan masa mendatang. Pun menjanjikan sekaligus menguntungkan secara ekonomis. Ketahuilah bahwa kian banyak wisatawan muslim dari negara-negara Timur Tengah yang ingin berwisata ke berbagai negara termasuk Indonesia. Umat muslim Indonesia dan umat muslim di negara-negara Asia lainnya, Australia, Eropa, Afrika, Amerika dan seterusnya yang ingin berwisata ke negara lain juga mengharapkan ketersediaan fasilitas atau pelayanan pariwisata halal.

Sejumlah negara yang penduduknya mayoritas beragama Islam dan memiliki potensi pariwisata seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Turki, Maroko, Iran, Malaysia, Azerbaijan, termasuk Indonesia, makin serius menggarap pariwisata halal. Hebatnya lagi negara-negara lain yang penduduknya bukan mayoritas muslim seperti Rusia, Jerman, Inggris, Italia, Swiss, Perancis, Singapura, Thailand, Tibet, Tiongkok, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Australia dan lainnya juga serius menggarap pariwisata halal.

Malaysia saat ini adalah negara terdepan dalam pengembangan pariwisata halal. Pada tahun 2015, total wismannya mencapai 25.721.251 dan wisman muslimnya mencapai 6.185.987 atau sekitar 24%. Bandingkan dengan Indonesia di tahun yang sama, 2015, total kedatangan wismannya (wisman dan wisnus) mencapai 10.404.759 dan wisatawan muslimnya mencapai 2.211.934 atau sekitar 21%. UEA, Arab Saudi bahkan Singapura lebih baik dari Indonesia. Total wisman Singapura di tahun 2015 mencapai 15.231.469 dan wisatawan muslimnya mencapai 3.618.211 atau 24 %.

Pariwisata halal ini sangat menjanjikan dan tentunya menguntungkan secara ekonomis! Keuntungan dari pariwisata halal ini memiliki margin paling tinggi, high revenue and high opportunity. Faktor penguat lainnya, pariwisata halal dunia memiliki pertumbuhan dengan rata-rata 6% dan lebih cepat dari sektor travel manapun, termasuk lebih tinggi dari rata-rata tour and travel dunia yang saat ini berada di kisaran 5%. Artikel pada traveltourismindonesia.com menyebutkan, pariwisata halal dapat tumbuh hingga 100% lebih cepat daripada sektor wisata lainnya, mencapai $ 135 miliar nilai pemesanan perjalanan ke luar negeri (outbound), diprediksikan dapat tumbuh hingga $ 200 miliar pada tahun 2020 dan akan menjadi sebuah mesin besar bisnis langsung dan jangka panjang dengan pendapatan maksimum.

Sekedar perbandingan, daya saing pariwisata halal 2015 untuk sejumlah negara dengan Indonesia adalah sebagai berikut, Indonesia berhasil mendapat USD 11,9 Milyar (kontribusi PDB 9,6%), Singapura USD 16 Milyar (PDB 10,0%), Malaysia USD 21,8 Milyar (PDB 13,1%), Thailand USD 47,4 Milyar (PDB 20,8%), UAE USD 26 Milyar (PDB 8,7%) dan Turki USD 32,7 Millyar (PDB 12,9%). Menurut Comcec Report pada Februari 2016, projected growth rate global muslim visitor arrivals mencapai 9,08% p.a., dan pada 2014 mencapai 116 juta dan pada tahun 2020 diproyeksikan mencapai 2020 juta. Selanjutnya pertumbuhan rata-rata Global Muslim Market adalah 6,32 p.a (CAGR) dan tahun 2014, $ 1,8 trilion dan pada tahun 2020, mencapai $ 2,6 trilliun.

TARGET TIM PERCEPATAN

Mengingat penting dan strategisnya pariwisata halal maka Presiden Joko Widodo pun telah menginstruksikan Kementerian Pariwisata agar lebih serius dan lebih cepat menggarap pariwisata halal. Potensi dan peluang Indonesia untuk menjadi terdepan di bidang pariwisata halal, terbuka lebar. Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, memiliki obyek pariwisata beragam dan memiliki berbagai potensi dan peluang lainnya. Dengan demikian Indonesia harus menjadi yang terdepan dan paling maju dalam pariwisata halal.

Kementerian Pariwisata menargetkan wisman muslim yang berkunjung ke Indonesia pada tahun 2016 adalah 2.579.144 dan wisnus muslim 224.444.000. Untuk mencapai target tersebut termasuk target jangka panjang sebagai negara terdepan dalam pariwisata halal, Kementerian Pariwisata juga telah membentuk Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal Tingkat Nasional pada 1 Maret 2016 lalu. Sesuai namanya, Tim Percepatan, maka tim yang dipimpin Riyanto Sofyan ini, berupaya untuk selalu bekerja keras dan bekerja cepat hingga meraih yang terbaik dalam pariwisata halal.

Tim Percepatan telah menjalankan dan memiliki sejumlah program kontekstual dan strategis. Tim Percepatan mendasarkan konsep dan program pariwisata halal-nya yang lebih “family friendly” yang lebih ramah dan memiliki keunikan jika dibandingkan dengan negara lainnya. Program yang paling mendesak adalah program Kompetisi Pariwisata Halal Nasional tahun 2016 pada bulan Agustus ini dengan 14 kategori kompetisi. Para pemenang kompetisi selanjutnya akan mengikuti “World Halal Travel Awards 16 (WHTA-16)” yang akan diselenggarakan di Abu Dhabi pada akhir 2016. Target Kementerian dan Tim Percepatan di WHTA 2016 adalah meraih lebih dari tiga awards atau setidaknya dapat mempertahankan tiga awards yang diraih tahun 2015 di Uni Emirates Arab, antara lain, Lombok menjadi The World’s Best Halal Tourism Destination. Lombok juga menjadi The World’s Best Halal Honeymoon Destination dan Sofyan Hotel di Lombok berhasil meraih The World’s Best Family Friendly Hotel.

Pariwisata halal telah menjadi kebutuhan dan tuntutan (tren) masa kini dan masa mendatang. Pariwisata halal juga menjanjikan secara ekonomi dan tentu saja dapat memajukan kepariwisataan berbagai negara dan terutama Indonesia. Karena itu jualah, tidak keliru kita memiliki slogan “where permissible is Unmissable” atau “yang halal menjadi pesona.” Ya, memang demikian, karena pariwisata halal adalah pesona yang luar biasa bagi dunia pariwisata kita.*** Sie fur mehr Infos klicken beträgt im schnitt zwei drittel des bruttoeinkommens